Ciri Haji Anda Mabrur

Setiap orang yang berangkat ke tanah suci Mekkah Al-Mukaromah untuk melaksanakan ibadah haji pasti inginkan menjadi haji yang mabrur. Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT, bukan cuma haji yang sah menurut syariat Islam. Banyak orang yang telah menunaikan ibadah haji, tapi tidak semua orang sanggup menjadi haji yang mabrur. Lalu bagaimanakah ciri-ciri haji yang mabrur? travel haji umrah 


Secara pasti, kita memang tidak sanggup pilih apakah haji seseorang juga ke didalam golongan haji mabrur atau tidak gara-gara mabrur atau tidaknya haji seseorang cuma Allah SWT yang mengetahuinya. Tetapi menurut Alquran dan hadis terkandung ciri-ciri haji mabrur yang sanggup kita ketahui, meskipun kita juga selalu tidak sanggup menegaskan secara pasti mabrur atau tidaknya haji seseorang, berikut beberapa satu} isyarat haji mabrur: badal haji

1. Harta yang Digunakan untuk Berangkat Ibadah Haji adalah Harta yang Halal
Salah satu isyarat mabrurnya haji seseorang adalah berasal dari harta yang dia gunakan untuk membiayai perjalanan ibadah hajinya. Allah SWT cuma bakal terima ibadah haji seseorang yang dibiayai bersama dengan harta yang halal. Ibadah haji yang dibiayai bersama dengan harta yang tidak halal cuma sah di mata manusia tapi tidak di hadapan Allah SWT.

2. Amalan yang Dilakukan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW dan Dilakukan secara Khusuk dan Ikhlas.
Haji yang mabrur sanggup melaksanakan rukun dan amalan yang perlu dijalankan selama haji bersama dengan penuh kekhusukan dan keiklhasan. Jika melaksanakan kesalahan, maka dia bakal melaksanakan penebusan sesuai bersama dengan yang telah ditentukan oleh syariat.

3. Ibadah Hajinya Banyak Dipenuhi Amalan Baik
Haji yang mabrur adalah seseorang yang melaksanakan banyak kebaikan dan amal sholeh selama perjalanan hajinya, seperti salat di Masjidil haram, memperbanyak dzikir, salat tepat waktu, kerap menolong teman seperjalanan dan amalan baik lainnya. Ibnu Rajab dulu menyampaikan “bahwa haji yang mabrur adalah yang terkumpul di dalamnya amalan-amalan baik dan menjauhkan perbuatan-perbuatan dosa”. Di antara amalan baik yang perlu dijalankan selama berhaji, terkandung amalan khusus agar menjadi haji yang mabrur yakni memperbanyak sedekah dan berkata-kata yang baik selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci.
4. Tidak Melakukan Perbuatan Maksiat dan Dosa selama Ibadah Haji
Melakukan tingkah laku maksiat tidak diperbolehkan kapanpun dan dimanapun, terutama terkecuali saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Selama melaksanakan ibadah haji terkandung 3 hal yang dilarang dan perlu dipatuhi agar menjadi haji yang mabrur yakni Rafats, Fusuq, dan Jidal. Rafats adalah segala hal yang juga ke didalam tingkah laku keji dan perkara yang tidak bermanfaat. Bercumbu, bersenggama, atau mengupas perihal ke-2 hal berikut selama ibadah haji juga ke didalam tingkah laku Rafats meskipun dijalankan bersama dengan pasangan sendiri. Sedangkan Fusuq berarti tidak taat kepada Allah atau keluar berasal dari ketaatannya kepada Allah SWT dan segala wujud tingkah laku maksiat digolongkan ke didalam fusuq. Hal ketiga yang tidak boleh dijalankan selama berhaji adalah Jidal yakni saling berbantahan secara berlebihan.

5. Setelah Melaksanakan Ibadah Haji menjadi Seseorang yang Lebih Baik
Salah satu ciri mabrurnya haji seseorang adalah tingkah laku dan kepribadiannya yang makin baik sesudah selesai melaksanakan ibadah haji. Hal ini menunjukkan bahwa amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT agar Allah menambahkan hidayah dan taufikNya agar dia sanggup menjadi seseorang yang lebih baik. Haji yang mabrur juga ditunjukkan bersama dengan kecintaan kepada akhirat yang lebih tinggi dibanding kecintaannya kepada dunia sesudah melaksanakan ibadah haji.

Demikian beberapa satu} ciri haji mabrur yang sanggup kita teladani. Semoga bermanfaat.

Author: Randy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *