SMA Negeri di Semarang Langgar Aturan Menteri Soal Seragam , Yuk Cek

 

semarangpos.com, SEMARANG – Sejumlah SMA dan SMKN di Kota Semarang terindikasi mewajibkan siswa membeli seragam di sekolah. Beberapa sekolah itu lebih-lebih mematok harga seragam lebih tinggi dibanding harga pasaran di luar sekolah. seragam SMA 

Data yang diperoleh Semarangpos.com berasal dari Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Kota Semarang, Kamis (19/7/2018), {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu sekolah yang dianggap mempraktikan jual beli seragam ke siswa baru itu, yaitu SMAN 1 Semarang, SMAN 11 Semarang, SMKN 2 Semarang, dan SMKN 9 Semarang. seragam sekolah

SMAN 1 Semarang lebih-lebih menerapkan harga paket pembelian seragam raih Rp1.415.000, sedang SMAN 11 Semarang raih Rp1,6 juta per paket, SMKN 2 Semarang Rp1.775.000 per paket, dan SMKN 9 Semarang raih Rp1.331.000 per paket.

Paket seragam yang dijual tiap sekolah itu pun bervariatif, terasa berasal dari seragam nasional, yaitu putih abu-abu dan seragam pramuka, hingga seragam identitas, yaitu batik dan baju olahraga.

Padahal cocok bersama dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 45 Tahun 2014 mengenai Pakaian Seragam Sekolah telah diatur bahwa pengadaan seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orang tua atau wali murid. Selain itu, pengadaan baju seragam tidak boleh dikaitkan bersama dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau kenaikan kelas.

“Tapi, faktanya tidak serupa bersama dengan yang berjalan di lapangan. Ketika tidak tersedia pengawasan berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, praktik jual beli seragam di sekolah tetap terjadi. Padahal jelas-jelas diatur di Permendikbud No. 45/2014, praktik jual beli seragam di sekolah, lebih-lebih dikaitkan bersama dengan PPDB dilarang,” ujar Kepala Posko Layanan Pengaduan PPDB Kota Semarang dan Jateng berasal dari Pattiro Semarang, M. Syofii, kepada Semarangpos.com, Kamis (19/7/2018).

Selain SMA dan SMK negeri di Kota Semarang, Pattiro terhitung menemukan praktik jual beli seragam di {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} sekolah favorit di Jateng. Sekolah yang menerapkan praktik jual beli seragam itu berada di lokasi Boyolali, Gemolong Sragen, Pekalongan, Karanganyar, Purworejo, Bojong, Kedungwuni, dan Karangdadap.

Syofii mengimbuhkan untuk mengurangi potensi praktik jual beli seragam oleh sekolah, Pattiro Semarang telah membuka posko pengaduan bagi penduduk di no 085713287479 dan 024-8445532.

“Selain itu kami terhitung terima pengaduan lewat surat elektronik di pattiro_semarang@yahoo.com,” imbuh Syofii.

Pattiro Semarang, lanjut Syofii, terhitung mendesak Disdikbud Jateng untuk langsung lakukan pengawasan ke sekolah yang menjual paket seragam ke siswa. Sekolah yang kedapatan mewajibkan siswa membeli paket seragam kudu dikenakan sanksi tegas.

“Kami terhitung berharap supaya sekolah yang telah menerapkan pembelian seragam ke siswa untuk mengembalikan duwit yang telah terlanjur dibayarkan,” tegas Syofii.

Author: Randy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *