Perludem Tidak Setuju Pemilu Digital

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem kurang setuju soal penerapan pemilu digital di Indonesia. Dalam hal ini keamanan siber yang kurang di Indonesia lah yang menjadi kendala utama. pasalnya dari kajian yang mereka lakukan sistem ini masih sangat rawan dimanfaatkan untuk kecurangan.

Permasalahan keamanan siber ini mungkin yang paling sulit di perbaiki untu persiapan penyelenggaraan pemilu digital. Pasalnya masalah ini sering luput dari perhatian dari lembaga terkait untuk proses perbaikan. Dengan potensi kecurangan yang tinggi agaknya kita perlu waktu lebih lama untuk bisa menyelenggarakan pemilu digital.

Perlu Kesiapan matang dalam Pelaksanaan Pemilu Digital

Mengganti sistem lama dengan sistem yang baru memang membutuhkan persiapan yang matang, ini juga berlaku pada pemilu digital. Persiapan infrastruktur, penyelenggara dan partisipan masih perlu kesiapan.

Bukan berarti pemilu digital tidak bisa diterapkan di Indonesia. Dengan sosialisasi yang matang dan penerapan secara bertahap pemilu digital bukan tidak mungkin akan dapat dikakukan diindonesia.

KPU Siap Selenggarakan Pemilu Digital

Berbeda dengan Perludem, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan siap melaksanakan pemilu digital jika memang diperlukan. Badan penyelengara merasa optomis dengan sumber daya manusia, anggaran dan logistic sudah diperhitungkan untuk bisa melakukan pemilu digital.

KPU RI juga sudah berkoordinasi dengan seluruh penyelenggara di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, terkait masalah kebutuhan anggaran tahapan pemilu untuk masing-masing daerah. Menurut ketua KPU tidak ada laporan kekurangan anggaran disemua tingkatan Penyelenggara.

KPU sendiri sudah mulai menggunakan teknologi e-recaputulation, merupakan Sistem Informasi Pungut Hitung atau lebih dikenal dengan nama Situng. Situng sudah digunakan KPU pada Pemilu 2014, Pilkada 2015, dan Pilkada 2017. Namun site mini sendiri masih belum mampu memangkas waktu penghitugan secara signifikan.

Bagaimana menurut Anda, sudah siapkah Indonesia melaksanakan Pemilu digital? Lalu apakah pemilu digital lebih baik dibanding dengan Pemilu Konvensional? Apapun metode pemilihan umumnya, semoga demokrasi Indonesia bisa lebih baik lagi dan tidak ada perpecahan diantara kita.

Author: penulislepas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *