Dinding Penahan Tanah Untuk Mencegah Longsor

Di Indonesia ini sering sekali terjadi longsor terutama di masa penghujan dan dilokasi yang sekitar lereng gunung. Bahkan tidak jarang longsor terjadi hingga menutupi jalur transportasi baik itu jalan raya atau jalur kereta api sehingga mengganggu aktifitas warga yang melewati jalan tersebut.

Mengingat letak geografis Indonesia yang memiliki banyak pegunungan dan tidak jarang di wilayah tersebut dilewati juga sebagai jalur transportasi, seperti jalan tol, dan jalur kereta api. Oleh karena itu resiko longsor akan selalu menghantui.

Namun hal resiko tersebut dapat diminimalisir dengan menggunakan metode geotextile, dimana metode ini akan memperkuat  stabilitas lereng yang umumnya rentan akibat beberapa penyebab yang disebabkan oleh air, perpindahan mata air, curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang kadar air tinggi.

Apa itu Geotextile ?

Geotextile adalah lembaran sintetis yang terbuat dari bahan Polypropylene Polimer (PP) ataupun Polyester (PET) dimana fungsinya adalah untuk perkuatan dan stabilitas tanah, selain itu geotextile memiliki sifat permeabilitas yang tinggi sehingga juga dapat berfungsi sebagai separator dan filter dimana air tetap mengalir tanpa membawa partikel tanah, Sehingga dapat mencegah tercampurnya tanah lunak dan tanah perkerasan.

Geotextile Woven & Non Woven

Geotextile sendiri memiliki dua jenis yaitu geotextile woven dan non woven dimana geotextile woven ini adalah lembaran geotextile yang dibuat dengan cara dirajut sedangkan geotextile non woven  dibuat secara mekanis menggunakan mesin berteknologi tinggi.

Kedua jenis geotextile tersebut memiliki fungsi yang relative sama, hanya saja pemilihan penggunaannya tergantung dari jenis tanah yang akan dilakukan perkuatan dan tujuan perkuatan itu sendiri. Meski begitu jenis non woven geotextile adalah jenis yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Bagaimana Menanggulangi Longsor Menggunakan Geotextile ?

Untuk menanggulangi longsor maka dibangunlah dinding penahan tanah, dinding penahan tanah ini terdiri dari timbunan tanah yang diperkuat dari menggunakan bahan metal dan geosintetik seperti geotekstil. Konsep ini dikenal juga dengan istilah Reinforced earth wall dimana kunci dari konsep ini adalah adalah bertemunya material tanah dan geotextile sehingga terjadi gesekan yang fungsinya mencegah terjadinya pergerakan relative pada kedua material tersebut.

Sistem ini sendiri memiliki 3 komponen utama

  1. Tulangan-tulangan
  2. Tanah Timbunan
  3. Elemen – elemen yang menutup bagian permukaan

Untuk struktur tulangan sendiri terbuat dari bahan metal dan geotextile, sedangkan untuk tanah urugan menggunakan tanah granuler, sedangkan elemen penutup diding menggunakan bronjong batu dan lain-lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *